Makassar – Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam (HIMAPRODI PAI) Fakultas Agama Islam Universitas Islam Makassar (UIM) kembali menunjukkan komitmennya dalam menumbuhkan budaya literasi di kalangan mahasiswa melalui kegiatan bertajuk “Fun Dialektika” dengan tema “Membaca Hari Ini Menginspirasi Masa Depan”.
Kegiatan ini dilaksanakan pada Kamis, 16 Oktober 2025, bertempat di taman kampus, mulai pukul 15.00 WITA hingga selesai. Program ini menghadirkan Sahabat Syarif, selaku Koordinator Kaderisasi HIMAPRODI PAI FAI UIM, sebagai narasumber utama yang memandu jalannya kegiatan dengan penuh semangat dan interaktif.
Dalam sambutannya, Sahabat Syarif menekankan pentingnya budaya membaca di tengah derasnya arus digitalisasi dan media sosial. Ia menyampaikan bahwa membaca bukan hanya kegiatan akademik, tetapi juga sarana untuk membangun karakter, memperluas wawasan, serta menjadi inspirasi untuk masa depan.
Membaca hari ini adalah investasi besar untuk masa depan. Dengan membaca, kita tidak hanya menambah pengetahuan, tetapi juga melatih daya kritis dan kemampuan berpikir reflektif,” ujarnya.
Kegiatan Fun Dialektika dikemas secara santai dan terbuka. Setiap peserta diminta untuk membawa buku bacaan masing-masing, yang kemudian menjadi bahan diskusi bersama. Metode ini bertujuan untuk mendorong mahasiswa agar aktif berdialektika dan bertukar pandangan secara ilmiah namun menyenangkan.
Selain membangun semangat literasi, kegiatan ini juga menjadi wadah mempererat tali persaudaraan antar anggota HIMAPRODI PAI serta memperkuat tradisi intelektual dalam lingkungan akademik UIM.
Kegiatan ini turut didukung oleh Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) dan lembaga-lembaga kemahasiswaan di lingkungan Fakultas Agama Islam. Dukungan tersebut menjadi bukti sinergi antar organisasi dalam menumbuhkan semangat intelektual dan budaya baca di kalangan mahasiswa.
Dengan terlaksananya Fun Dialektika ini, HIMAPRODI PAI FAI UIM berharap agar tradisi membaca dan berdiskusi terus tumbuh menjadi bagian dari keseharian mahasiswa. Sebab, dari membaca dan berdialektika, lahirlah gagasan besar yang akan menginspirasi masa depan bangsa.