Makassar – Senat Mahasiswa Fakultas Agama Islam (SEMA FAI) Universitas Islam Makassar (UIM) melaksanakan pembukaan Aswaja Camp tahun 2025 di Auditorium KH. Muhyiddin Zain UIM, Kamis siang (27/11/2025).
Penerimaan anggota baru dan pengenalan budaya organisasi serta inagurasi anggota baru dilaksanakan melalui rangkaian kegiatan Aswaja Camp selama 4 hari sejak tanggal 27 sampai tanggal 30 November 2025 yang berlokasi di Pantai Wisata Kamber Galesong Kabupaten Takalar.
Pembukaan kegiatan ini dihadiri oleh Wakil Dekan FAI UIM, Dr. Muh. Al-Qadri Burga, M.Pd, Ketua Prodi PAI, Aliyas, S.Pd.I., M.Pd.I, Ketua Prodi IAT, Dr. Muh. Irsyad, Lc., M.Th.I, Koordinator Majelis Pembina SEMA FAI UIM, Ahmad Julfikar, S.Pd., M.Pd, Kabag. TU FAI UIM, Andi Amirullah, ST, serta alumni.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan, pembacaan ayat suci al-Quran, laporan ketua panitia, sambutan-sambutan, pembacaan doa dan keynote speaker serta diakhiri dengan sesi foto bersama.
Ketua SEMA FAI UIM, Muh. Taufik Hidayatullah dalam sambutannya menyampaikan organisasi menjadi ruang kreatif bagi mahasiswa dalam mendukung pengembangan dan potensi dirinya.
”Berorganisasi menjadi kebutuhan dasar bagi mahasiswa pada umumnya, lembaga memberi ruang kreativitas bagi mahasiswa untuk belajar dan mengembangkan potensi dirinya melalui berbagai macam kegiatan”, ujarnya.
Taufik juga menambahkan momentum menjadi mahasiswa ialah kesempatan baik untuk memperkaya wawasan, belajar berbagai disiplin ilmu serta membangun jangkauan relasi yang tidak semua orang berkesempatan memilikinya.
”Sebagai insan akademis, kalian harus mampu memanfaatkan kesempatan menjadi mahasiswa untuk menempa diri, menjadi bagian dari banyak hal dan mencoba serta belajar untuk mampu dan berdaya secara intelektual dan sosial”, tambahnya di hadapan ratusan peserta pembukaan.
Senada dengan hal tersebut, Wakil Dekan FAI, Dr. Muh. Al-Qadri Burga juga dalam sambutannya mengungkapkan pentingnya momentum perkaderan dan pelatihan bagi mahasiswa untuk menemukan apa kelebihan dan kekurangan dalam dirinya untuk nantinya diasah dan ditempa dalam organisasi. Wakil dekan menjadi keynote speaker juga sekaligus membuka kegiatan secara resmi.
”Perkaderan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam budaya organisasi manapun terkhusus SEMA FAI UIM, selama proses perkaderan harus diikuti dengan penuh tanggung jawab sampai selesai. Pada momentum ini kalian harus bisa menjadikan kegiatan ini menjadi cermin untuk menggali potensi dan menemukan apa kekurangan yang bisa dilatih dan belajar melalui kegiatan organisasi”, tegas Wakil Dekan penuh semangat.
Menutup sambutannya pada pembukaan tersebut, ia menceritakan pengalamannya selama belajar dalam organisasi kampus pada saat menjadi mahasiswa. Ia menegaskan pengalaman belajar tersebut berdampak positif pada ranah akademik dan sosiologisnya.
Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk mempersiapkan kader baru yang menjadi estafet generasi dan pemimpin organisasi masa mendatang, melalui perkaderan akan lahir kader-kader yang loyal dan militan dalam mengurus organisasi.
Kegiatan ditutup dengan penampilan tari dari kader dan juga akhiri dengan sesi foto bersama.