Makassar – Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Universitas Islam Makassar (UIM) Al-Gazali, Dr. Ir. Suardi Bakri, menegaskan pentingnya peran dosen dalam menjalankan fungsi penelitian dan pengabdian kepada masyarakat sebagai bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi.
Penegasan tersebut disampaikan saat dirinya bertindak sebagai pembina upacara yang diikuti oleh civitas akademika UIM Al-Gazali di pelataran kampus, Senin (06/04/2026).
Kegiatan ini menjadi momentum refleksi bagi seluruh dosen dan tenaga kependidikan dalam memperkuat kontribusi akademik yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Dalam amanatnya, Ketua LP2M UIM Al-Gazali menekankan dosen tidak hanya berperan sebagai pengajar di ruang kelas, tetapi juga harus aktif dalam mengembangkan penelitian serta melaksanakan pengabdian yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.
“Sebagai dosen, kita harus terus menjalankan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Ini bukan hanya kewajiban, tetapi bagian dari tanggung jawab moral dan akademik dalam menjawab tantangan zaman,” ujar Ketua LP2M UIM Al-Gazali.
Ia juga menambahkan capaian UIM Al-Gazali yang saat ini telah masuk dalam klaster utama menjadi dorongan besar untuk terus meningkatkan kualitas dan kuantitas penelitian serta pengabdian yang dilakukan oleh dosen.
“Kita saat ini sudah masuk dalam klaster utama, sehingga kita harus terus melakukan pengabdian dan penelitian kepada masyarakat secara berkelanjutan dan berdampak nyata,” tegasnya.
Lebih lanjut, Dr. Ir. Suardi Bakri mengajak seluruh civitas akademika untuk bersama-sama menjalankan visi dan misi universitas dalam mewujudkan kampus yang unggul dan berdaya saing.
“Menjalankan visi misi kemilau universitas adalah tanggung jawab kita bersama. Oleh karena itu, sinergi antara dosen, mahasiswa, dan seluruh elemen kampus sangat diperlukan untuk mencapai tujuan tersebut,” ungkapnya.
Menurutnya, penelitian dan pengabdian yang dilakukan dosen harus mampu memberikan solusi atas berbagai persoalan di tengah masyarakat, sekaligus menjadi sarana pengembangan ilmu pengetahuan yang aplikatif.