Makassar – Universitas Islam Makassar (UIM) Al-Gazali kembali menunjukkan komitmennya dalam membina mahasiswa secara akademik dan non-akademik melalui pelaksanaan Workshop Pengembangan Karakter Mahasiswa yang dirangkaikan dengan penyerahan buku tabungan Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah Tahun 2025.
Kegiatan tersebut digelar di Auditorium KH. Muhyiddin Zain UIM Al-Gazali, dan diikuti oleh 92 mahasiswa penerima KIP Kuliah dari berbagai program studi di lingkungan UIM Al-Gazali, Jumat (09/01/2026).
Workshop ini bertujuan untuk memperkuat karakter, integritas, serta tanggung jawab mahasiswa sebagai penerima bantuan pendidikan dari pemerintah, sekaligus menegaskan peran mahasiswa sebagai agen perubahan yang berakhlak, berprestasi, dan berdaya saing.
Kepala Fungsional Kemahasiswaan UIM Al-Gazali, Fatahuddin, S.Sos, dalam sambutannya menekankan bahwa program KIP Kuliah bukan sekadar bantuan finansial, tetapi juga amanah yang harus dijaga dengan kesungguhan dan prestasi.
“KIP Kuliah ini adalah bentuk kepercayaan negara kepada adik-adik mahasiswa. Maka sudah sepatutnya dibalas dengan sikap disiplin, komitmen belajar yang tinggi, serta perilaku yang mencerminkan karakter mahasiswa UIM Al-Gazali,” ujar Fatahuddin.
Ia juga menegaskan pihak kemahasiswaan secara konsisten melakukan pembinaan dan pendampingan terhadap mahasiswa penerima KIP agar bantuan yang diberikan tepat sasaran dan berdampak nyata terhadap peningkatan kualitas lulusan.
“Kami berharap mahasiswa penerima KIP tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter yang kuat, etika yang baik, dan kepedulian sosial,” tambahnya.
Sementara itu, Wakil Rektor II UIM Al-Gazali, Baduddin Kaddas, M.Ag., Ph.D, dalam arahannya menyampaikan bahwa pengembangan karakter merupakan fondasi penting dalam mencetak sumber daya manusia unggul dan berintegritas.
“Pendidikan tinggi tidak hanya bertugas mencerdaskan, tetapi juga membentuk karakter. Mahasiswa UIM Al-Gazali harus memiliki keseimbangan antara intelektual, spiritual, dan moral,” tegas Baduddin Kaddas.
Ia juga mengingatkan para penerima KIP Kuliah agar memanfaatkan bantuan tersebut secara bijak dan bertanggung jawab.
“KIP Kuliah adalah peluang besar untuk menempuh pendidikan tinggi tanpa terbebani biaya. Gunakan kesempatan ini sebaik mungkin, fokus pada studi, dan jadilah mahasiswa yang membanggakan keluarga serta institusi,” lanjutnya.
Selain workshop pengembangan karakter, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan penyerahan simbolis buku tabungan KIP Kuliah Tahun 2025 kepada perwakilan mahasiswa.
Penyerahan ini menjadi penanda resmi dimulainya penyaluran bantuan pendidikan kepada mahasiswa UIM Al-Gazali yang telah memenuhi persyaratan sebagai penerima KIP.