Makassar – Universitas Islam Makassar (UIM) Al-Gazali terus memperkuat identitas religiusnya melalui inovasi teknologi. UIM Al-Gazali memperkenalkan BTQ APP, sebuah platform digital yang dirancang khusus untuk memetakan dan menilai kemampuan Baca Tulis Al-Qur’an (BTQ) para mahasiswanya secara terukur dan transparan.
Sistem ini hadir untuk memudahkan dosen pembimbing atau penguji dalam memberikan evaluasi yang akurat berdasarkan tingkat kemahiran mahasiswa. Dengan antarmuka yang ramah pengguna (user-friendly), aplikasi ini menampilkan statistik kemampuan mahasiswa secara langsung (real-time) melalui fitur dashboard.
Dalam sistem BTQ APP ini, kemampuan mahasiswa diklasifikasikan ke dalam empat level utama yang mencakup tahapan belajar dari dasar hingga mahir:
Level 1 (Ummi/Iqra): Diperuntukkan bagi mahasiswa yang masih dalam tahap mengenal huruf hijaiyah atau belum lancar merangkai huruf.
Level 2 (Mubtadi’): Mahasiswa yang sudah bisa membaca, namun pemahaman dan penerapan tajwid dasarnya masih dirasa kurang.
Level 3 (Mutawassit): Mahasiswa yang sudah lancar membaca, namun konsistensi dalam hukum dengung (ghunnah) masih perlu diperbaiki.
Level 4 (Muntahi): Tingkat tertinggi bagi mahasiswa yang sudah membaca dengan fasih dan menerapkan kaidah tajwid secara benar dan konsisten.
Salah satu keunggulan aplikasi ini adalah fitur Statistik Kemampuan Mahasiswa. Melalui grafik batang yang tersedia di halaman utama (Dashboard), pihak universitas dapat melihat distribusi kemampuan mahasiswa secara makro.
Sebagai contoh, berdasarkan data terbaru di sistem, terlihat sebaran mahasiswa di berbagai level, mulai dari Level 1 hingga Level 4.
Data ini nantinya akan menjadi acuan bagi pihak universitas untuk menentukan metode pembinaan yang tepat bagi mahasiswa, sesuai dengan kebutuhan level mereka masing-masing.
Penggunaan BTQ APP ini menegaskan komitmen Universitas Islam Makassar dalam memastikan setiap lulusannya tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kemampuan literasi Al-Qur’an yang baik.
Dengan adanya digitalisasi penilaian ini, proses input data oleh penguji menjadi lebih cepat-hanya dengan memasukkan Nomor Induk Mahasiswa (NIM) dan memilih level yang sesuai-sehingga hasil penilaian dapat terdokumentasi dengan aman dalam pangkalan data universitas.