Staf Ahli KemdiktiSaintek RI M Hasan Chabibie Kunjungi UIM

Staf Ahli KemdiktiSaintek RI M Hasan Chabibie Kunjungi UIM

Makassar – Staf Ahli Bidang Penguatan Ekosistem Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia (KemdiktiSaintek RI), Dr. M. Hasan Chabibie, S.T., M.Si., melakukan kunjungan silaturahmi ke Universitas Islam Makassar (UIM) Al-Gazali, Jumat, (10/04/2026).

Kehadiran Dr. M. Hasan Chabibie di kampus UIM Al-Gazali disambut langsung oleh jajaran pimpinan universitas, di antaranya Wakil Rektor II UIM Al-Gazali, Badruddin Kaddas, M.Ag., Ph.D., bersama para dekan fakultas, ketua lembaga, serta kepala biro lingkup universitas. Pertemuan berlangsung di ruang rapat lantai 3 Gedung Rektorat UIM Al-Gazali

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari agenda silaturahmi sekaligus diskusi strategis antara Staf Ahli Kemdiktisaintek RI dengan pimpinan UIM Al-Gazali terkait arah penguatan perguruan tinggi, khususnya dalam membangun ekosistem pendidikan tinggi yang berdampak bagi masyarakat.

Wakil Rektor II UIM Al-Gazali, Badruddin Kaddas, M.Ag., Ph.D., menyampaikan apresiasi dan rasa hormat atas kunjungan tersebut.

Ia menegaskan kehadiran Dr. Hasan Chabibie menjadi energi positif bagi civitas akademika UIM Al-Gazali untuk terus memperkuat kualitas institusi.

“Selamat datang pak Dr. M. Hasan Chabibie, S.T., M.Si. di kampus UIM Al-Gazali. UIM Al-Gazali ini didirikan oleh para ulama,” ujar Badruddin Kaddas.

Ia menambahkan nilai-nilai keislaman, keilmuan, dan pengabdian yang menjadi fondasi berdirinya UIM Al-Gazali akan terus dijaga dan dikembangkan dalam menjawab tantangan zaman.

Menurutnya, sebagai kampus yang lahir dari semangat perjuangan para ulama, UIM Al-Gazali memiliki tanggung jawab moral dan akademik untuk terus hadir memberi manfaat nyata bagi masyarakat.

Sementara itu, dalam arahannya, Dr. M. Hasan Chabibie menekankan bahwa kampus tidak boleh menjadi menara gading yang terpisah dari realitas sosial.

Perguruan tinggi, kata dia, harus hadir sebagai pusat solusi atas berbagai persoalan yang berkembang di tengah masyarakat.

“Kita tahu betul bahwa problem yang ada di masyarakat itu sebetulnya ada di kampus sehingga kampus itu harus memberikan dampak ke masyarakat,” ungkap Dr. M. Hasan Chabibie.

Ia menjelaskan, fungsi tridarma perguruan tinggi tidak boleh berhenti pada rutinitas administratif ataupun sekadar pemenuhan kewajiban formal, tetapi harus benar-benar menghadirkan kontribusi konkret.

Menurutnya, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat harus dirancang agar memiliki relevansi, kebermanfaatan, serta hasil yang dapat dirasakan secara langsung oleh publik.

“Sehingga pengabdian dan penelitian yang dilakukan oleh kampus ada dampaknya, yang juga dilakukan publikasi ilmiah,” lanjutnya.

Lebih jauh, Dr. Hasan Chabibie juga menyoroti pentingnya tata kelola kelembagaan dan peningkatan kualitas perguruan tinggi sebagai dua aspek utama yang harus terus diperkuat oleh setiap institusi pendidikan tinggi.

Baginya, perguruan tinggi yang unggul bukan hanya ditentukan oleh jumlah mahasiswa atau sarana fisik, tetapi juga oleh kualitas manajemen, mutu akademik, kapasitas dosen, budaya riset, dan komitmen terhadap perbaikan berkelanjutan.

Dalam kesempatan tersebut, ia secara khusus mendorong UIM Al-Gazali untuk menjadikan penguatan kelembagaan sebagai agenda prioritas ke depan.

Menurutnya, kampus perlu memetakan dengan baik langkah-langkah strategis agar mampu meningkatkan daya saing dan memperluas kontribusi di tingkat lokal maupun nasional.

“Tata kelola kelembagaan. Kualitas perguruan tinggi. Bagaimana supaya UIM Al-Gazali menjadi ini pekerjaan rumah (PR),” ujarnya.

Selain itu, Dr. Hasan Chabibie menekankan salah satu faktor paling penting dalam transformasi perguruan tinggi adalah penguatan sumber daya manusia. Dosen, tenaga kependidikan, serta seluruh unsur pengelola kampus harus terus ditingkatkan kapasitasnya agar mampu menjawab dinamika pendidikan tinggi yang berkembang sangat cepat.

“Penguatan sumber daya manusia,” tegasnya.

Pernyataan tersebut menjadi penekanan penting dalam pertemuan itu, mengingat pengembangan SDM dinilai sebagai kunci utama dalam membangun perguruan tinggi yang adaptif, inovatif, dan berdaya saing.

Dengan SDM yang kuat, kampus akan lebih siap menghadirkan pembelajaran berkualitas, riset unggul, serta pengabdian yang berdampak bagi masyarakat.

Suasana diskusi berlangsung dinamis dan produktif. Jajaran pimpinan UIM Al-Gazali menyambut baik berbagai masukan yang disampaikan Staf Ahli Kemdiktisaintek RI tersebut. Kunjungan ini diharapkan menjadi momentum penting bagi UIM Al-Gazali dalam memperkuat langkah-langkah pembenahan institusi, meningkatkan mutu akademik, serta memperluas jejaring kerja sama dengan berbagai pihak.

Bagi UIM Al-Gazali, kunjungan ini bukan sekadar agenda seremonial, tetapi menjadi ruang refleksi dan penguatan komitmen untuk terus berbenah. Dengan latar sejarah sebagai perguruan tinggi yang didirikan oleh para ulama, UIM Al-Gazali dipandang memiliki modal nilai yang kuat untuk tumbuh sebagai kampus yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berakar pada kepentingan umat dan masyarakat luas.

Translate »