Makassar – Senat Mahasiswa Fakultas Agama Islam Universitas Islam Makassar (SEMA FAI UIM) menggelar aksi Lapak Baca. Kegiatan ini diinisiasi sebagai bagian dari langkah nyata dalam menghidupkan budaya literasi keilmuan di kalangan mahasiswa, kegiatan tersebut dipusatkan di depan pelataran fakultas pada Selasa, (22/9/2026).
Sejak pagi hari, puluhan koleksi buku dari berbagai disiplin ilmu ditata rapi di area terbuka. Pendekatan ini sengaja dipilih untuk menciptakan ruang baca yang inklusif, hangat, dan mudah diakses oleh seluruh sivitas akademika yang melintas.
Antusiasme mahasiswa terlihat dari padatnya area lapak baca sepanjang kegiatan berlangsung. Tidak sekadar membaca, momen ini juga menjadi wadah diskusi terbuka antar mahasiswa lintas program studi untuk membahas berbagai gagasan dan isu-isu kontemporer.
Program ini dirancang tidak hanya sebagai agenda seremonial belaka, melainkan sebagai wadah edukatif yang konsisten. Pengurus SEMA FAI UIM berkomitmen untuk menjadikan ruang publik kampus sebagai laboratorium pemikiran yang hidup dan dinamis.
Ketua SEMA FAI UIM, Nur Jirana, menegaskan bahwa gerakan ini lahir dari keprihatinan atas menurunnya minat baca dan tradisi diskusi kritis di lingkungan perguruan tinggi. Menurutnya, kampus seharusnya menjadi panggung utama penyemaian gagasan-gagasan intelektual.
“Lapak baca ini adalah ikhtiar kecil kami untuk melawan arus demoralisasi literasi di era digital. Mahasiswa hari ini tidak boleh hanya menjadi konsumen informasi pasif, tetapi harus kembali pada basis keilmuan melalui tradisi membaca dan berdialektika,” ujar Nur Jirana di sela-sela kegiatan.
Ia menambahkan bahwa literasi keilmuan merupakan fondasi utama bagi mahasiswa Fakultas Agama Islam dalam merespons tantangan zaman. Tanpa pemahaman literatur yang mendalam, nilai-nilai akademis dan kritis akan tergerus oleh derasnya arus disinformasi.
Melalui kegiatan ini, SEMA FAI UIM menyampaikan pesan membaca buku cetak menciptakan pengalam visual bagi pembacanya yang mendorong kemampuan empiris dalam belajar dan mencipta memori, melalui gerakan ini diharapkan tercipta momen mahasiswa mengisi ruang terbuka dilingkup fakultas dengan membaca buku tentunya buku cetak dan juga lietrasi digital.
Kegiatan ini diharapkan juga memberi motivasi agar gerakan serupa dapat menular ke fakultas lain serta menjadi agenda rutin yang mampu merawat nalar kritis mahasiswa UIM secara berkelanjutan.