Jaga Harmoni Sosial: Mahasiswa FAI Jadi Penggerak Moderasi Beragama

Jaga Harmoni Sosial: Mahasiswa FAI Jadi Penggerak Moderasi Beragama

Makassar – Mahasiswa Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Islam Makassar (UIM) Al-Gazali menjadi bagian dari upaya membentuk karakter generasi muda yang moderat dan insklusif melalui partisipasi kegiatan Pelatihan Penggerak Penguatan Moderasi Beragama bagi Pemuda.

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Balai Pendidikan dan Pelatihan Keagamaan Makassar, Kementerian Agama RI, pada 18–20 November 2025 di Balai Diklat Keagamaan Makassar.

Dalam kegiatan strategis tersebut, UIM Al-Gazali mengirim 10 mahasiswa terpilih yang memiliki rekam jejak kepemimpinan dan kepedulian sosial yang kuat. Tiga diantaranya ialah mahasiswa FAI yaitu Sudarmin, Moch. Taufik Hidayatullah C, Siti Hardianti Wahid dan perwakilan peserta dari berbagai fakultas di UIM.

Pelatihan ini dirancang untuk memperkuat pemahaman pemuda mengenai prinsip moderasi beragama, toleransi, anti-kekerasan, serta komitmen kebangsaan.

Selama tiga hari, para peserta dibekali materi oleh para narasumber dari Kementerian Agama, akademisi, dan praktisi yang berpengalaman dalam isu keberagaman dan penguatan karakter pemuda.

Kepala Fungsional Kemahasiswaan UIM Al-Gazali, Fatahuddin, S.Sos, menyampaikan rasa bangganya terhadap keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan ini. “Kami sangat mengapresiasi keikutsertaan mahasiswa UIM.

Pelatihan ini menjadi ruang belajar penting agar mereka tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga matang secara karakter dalam mengelola keberagaman di masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, mahasiswa yang ikut serta merupakan representasi pemuda UIM yang diharapkan menjadi penggerak moderasi beragama di lingkungan kampus maupun masyarakat.

“Kami ingin mereka membawa pulang nilai-nilai moderasi dan menerapkannya dalam kegiatan kemahasiswaan, pengabdian masyarakat, dan kehidupan sehari-hari,” tambahnya.

Sementara itu, Wakil Rektor II UIM Al-Gazali, Badruddin Kaddas, M.Ag., Ph.D., menegaskan partisipasi dalam pelatihan ini sejalan dengan visi UIM dalam membentuk generasi yang cerdas, berakhlak, dan mampu menjadi agen persatuan.

“UIM selalu mendukung kegiatan yang memperkuat karakter mahasiswa. Moderasi beragama adalah kunci menjaga harmoni bangsa, dan pemuda harus berada di garda terdepan,” jelasnya.

Ia juga berharap para peserta dapat menjadi role model moderasi beragama di lingkungan akademik.

“Kami berharap para mahasiswa dapat meneruskan nilai yang mereka dapatkan untuk menginspirasi teman-temannya. Pendidikan tidak hanya terjadi di kelas, tetapi juga di ruang-ruang belajar sosial seperti ini,” ungkapnya.

Menjaga harmoni sosial sangat krusial dan relevan, terutama di tengah kemajemukan masyarakat Indonesia. Mahasiswa memiliki posisi strategis mereka bukan hanya akademisi, tetapi juga calon pendidik, dan pemimpin umat yang menjadi rujukan moral di masa depan.

Kegiatan ini diakhiri dengan penugasan bagi seluruh peserta untuk melaksanakan tindak lanjut kegiatan tersebut dan ditutup dengan sesi foto bersama.

Translate »