Makassar – Civitas akademika Universitas Islam Makassar (UIM) mempertegas komitmen keislaman dan kebangsaan dengan menginternalisasikan nilai nasionalisme dan religiusitas melalui Halaqah Aswaja yang di gelar di Masjid Ash-Shahabah UIM pada Senin pagi, (7/8/2025).
Halaqah aswaja menjadi kegiatan rutin bulanan yang dilaksanakan oleh UIM, Sinergi nilai nasionalisme dan religiusitas menjadi topik yang dibahas. Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam meneguhkan rasa patriotsme dosen dan mahasiswa agar setia untuk terus mencintai tanah air yang berlandaskan pada pemaknaan atas ajaran Islam Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja).
Dosen Fakultas Agama Islam (FAI) mengambil peran strategis sebagai penggerak, pembimbing dalam setiap sesi pengajian juga menjadi pemateri keislaman. Topik yang dibahas meliputi tema moderasi beragama, akhlak, dan cinta tanah air bagian dari iman.
Dekan Fakultas Agama Islam (FAI), Dr. Djaenab, S.Ag., M.Hi, menyampaikan bahwa keterlibatan dosen FAI dalam kegiatan rutin ini merupakan bentuk pengabdian akademik sekaligus spiritual. ”Kami ingin memastikan bahwa nilai-nilai Aswaja tidak hanya diajarkan di ruang kuliah, tetapi juga dihidupkan dalam kegiatan nyata. Upacara bendera menjadi ruang implementasi cinta tanah air dan Halaqah Aswaja menjadi ruang bersama untuk memperkuat semangat kebangsaan dan keislaman civitas UIM”, ujarnya.
Lebih lanjut Djenab, menegaskan bahwa dosen-dosen FAI harus mampu memanfaatkan forum tersebut sebagai media dakwah kampus untuk menanamkan nilai moderasi Islam ditengah keberagaman masyarakat akademik. Melalui pendekatan yang santun dan penuh hikmah, mereka berupaya menumbuhkan kesadaran bahwa nasionalisme dan religiusitas bukan dua hal yang bertentangan, melainkan saling menguatkan.
Dengan rutinitas ini, Universitas Islam Makassar meneguhkan dirinya sebagai kampus yang tidak hanya unggul dalam akademik, tetapi juga kokoh dalam nilai-nilai keislaman dan kebangsaan.