Makassar – Menjelang berakhirnya masa bakti kepengurusan periode 2025-2026, lembaga kemahasiswa fakultas yang meliputi Senat Mahasiswa (SEMA) dan Himaprodi se-fakultas agama Islam (FAI) Universitas Islam Makassar (UIM) Al Gazali membentuk penitia kerja sebagai pelaksana kegiatan Musyawarah Besar (MUBES) pada hari Selasa (07/04/2026).
Sebagai langkah awal transisi kepemimpinan, SEMA FAI UIM telah membentuk panitia pelaksana yang dipercayakan kepada jajaran mahasiswa Angkatan 2025, yang dikenal dengan nama angkatan Al-Mubayyin. Fokus utama yang diusung dalam persiapan kali ini mencakup tiga pilar utama: administrasi, kaderisasi, dan skema regenerasi yang terukur.
Musyawarah dalam sebuah organisasi menjadi forum strategis untuk mengevaluasi kinerja dan program kerja yang sudah dilaksanakan oleh periodik kepengurusan, ruang untuk merumuskan kebijakan peta konsep dan arah gerak organisasi, dalam merespon dan memberi panduan arah kebijkan yang kontekstual dengan kebutuhan organisasi dimasa depan. Juga menjadi ajang penentuan kepemimpinan dan organisasi dan kaderisasi di periode mendatang.
Keterlibatan seluruh elemen Himaprodi se-fakultas dalam pembentukan panitia ini menunjukkan soliditas internal fakultas dalam menjaga keberlangsungan roda organisasi. Angkatan Al-Mubayyin kini mengemban tanggung jawab besar untuk merumuskan persiapan yang matang, terutama mengenai penataan administrasi organisasi yang transparan serta penguatan sistem kaderisasi agar proses regenerasi ke depan melahirkan pemimpin yang kompeten.
Penghujung kepengurusan yang penuh dengan agenda strategis ini, seluruh fungsionaris lembaga mahasiswa FAI berkomitmen untuk mengawal jalannya Musyawarah Besar secara demokratis. Dengan kesiapan administrasi yang matang dan visi regenerasi yang jelas dari panitia Al-Mubayyin, diharapkan estafet kepemimpinan SEMA maupun HIMAPRODI di masa mendatang dapat membawa perubahan positif yang berkelanjutan bagi seluruh mahasiswa Fakultas Agama Islam UIM.