RTAR XIX PMII Rafagamis UIM Resmi Digelar, Fokus Evaluasi dan Kaderisasi

RTAR XIX PMII Rafagamis UIM Resmi Digelar, Fokus Evaluasi dan Kaderisasi

Makassar – Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Rayon Fakultas Agama Islam (Rafagamis) Komisariat Universitas Islam Makassar (Kom. UIM) Cabang Metro Makassar menggelar momentum demokrasi tertinggi di tingkat rayon. Agenda tahunan yang sarat akan nilai-nilai pergerakan ini resmi dibuka dengan khidmat di Aula Gedung PWNU Sulawesi Selatan, Sabtu (07/11/2026).

Pemilihan lokasi di Gedung PWNU Sulsel yang beralamat di Jl. Perintis Kemerdekaan 9 No. 29, Kota Makassar, memberikan nuansa batin tersendiri bagi para kader. Kehadiran para peserta di jantung Nahdlatul Ulama ini sekaligus memperkuat ikatan ideologis antara kader PMII dengan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah.

Sebagai sebuah forum tertinggi di tingkat rayon, RTAR XIX memiliki urgensi yang sangat krusial bagi perjalanan organisasi ke depan. Agenda utama dari kegiatan ini tidak hanya sekadar memilih nahkoda baru, melainkan menjadi ruang refleksi bersama.

Selain sebagai wadah evaluasi organisasi, forum ini juga dirancang secara strategis untuk merumuskan berbagai rekomendasi penting. Rekomendasi-rekomendasi tersebut diproyeksikan sebagai arah kebijakan serta peta jalan bagi kepengurusan masa khidmat 2026-2027. Dengan demikian, setiap keputusan yang lahir dari ruang sidang pleno diharapkan mampu menjawab tantangan zaman yang kian dinamis.

Penyelenggaraan RTAR XIX ini mengusung harapan besar untuk melahirkan estafet kepemimpinan yang lebih adaptif terhadap perkembangan dunia kampus dan sosial masyarakat. Rayon FAI UIM selama ini dikenal sebagai salah satu rahim pencetak kader-kader intelektual yang militan. Oleh karena itu, momentum ini dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk menyaring gagasan inovatif dari para kader.

Puncak dari rangkaian RTAR XIX adalah pemilihan ketua baru yang akan memimpin PMII Rayon FAI UIM periode 2026-2027. Kandidat-kandidat potensial yang tampil merupakan kader pilihan yang telah melalui proses kaderisasi berjenjang.

Kegiatan ini ditutup dengan harapan besar agar kepengurusan masa khidmat 2026-2027 mampu mengemban amanah organisasi dengan baik. Dapat terus mencetak kader-kader yang terus berkontribusi bagi pergerakan.

Translate »