Makassar – Senat Mahasiswa Fakultas Agama Islam Universitas Islam Makassar (SEMA FAI UIM) kembali menggelar kegiatan diskusi rutin organisasi. Kali ini, diskusi yang mengangkat tema “Dialektika Cabang-Cabang Filsafat” tersebut berlangsung penuh antusias dan khidmat di pelataran Fakultas Agama Islam UIM.
Kegiatan ini dihadiri oleh puluhan mahasiswa dari berbagai program studi di lingkungan FAI UIM. Suasana santai dan terbuka di pelataran fakultas sengaja dipilih untuk menciptakan ruang dialektika yang inklusif, hangat, serta bebas dari kesan kaku, sehingga para peserta dapat merespons dan bertukar pikiran secara leluasa.
Pada kesempatan tersebut, SEMA FAI UIM menghadirkan narasumber utama, Muhajirin, S.Fil., M.Fil., yang merupakan Dosen Fakultas Agama Islam sekaligus menjabat sebagai Kepala Perpustakaan UIM. Diskusi dipandu secara interaktif oleh Sahabat Syarif, salah satu pengurus aktif SEMA FAI UIM yang bertindak sebagai moderator.
Dalam pemaparannya, Muhajirin mengupas secara mendalam peta mendasar cabang-cabang filsafat, mulai dari ontologi, epistemologi, hingga aksiologi, serta bagaimana dinamika dialektika di antara cabang-cabang tersebut saling memengaruhi perkembangan pemikiran manusia sepanjang sejarah.
Ia menegaskan pentingnya pemahaman filsafat bagi mahasiswa keagamaan agar tidak terjebak pada pemikiran yang dogmatis dan dangkal.
“Filsafat bukanlah sekadar perdebatan kata-kata, melainkan alat pemicu nalar kritis. Dengan memahami dialektika cabang-cabang filsafat, mahasiswa mampu membedakan mana hakikat keberadaan, bagaimana cara memperoleh pengetahuan yang sah, serta bagaimana nilai etik dan estetika diterapkan dalam kehidupan nyata,” ungkap Muhajirin di hadapan para peserta.
Antusiasme peserta terlihat jelas saat sesi tanya jawab dibuka oleh moderator. Diskusi berlangsung dinamis dengan berbagai tanggapan dan pertanyaan kritis dari mahasiswa terkait korelasi antara pemikiran filsafat barat, filsafat Islam, dan realitas sosial keagamaan saat ini.
Kegiatan diskusi rutin ini ditutup dengan penyampaian kesimpulan oleh moderator dan foto bersama. SEMA FAI UIM berkomitmen untuk terus merawat tradisi intelektual ini secara konsisten guna mencetak kader mahasiswa FAI yang kritis, transformatif, dan berwawasan luas.