Makassar – Wakil Rektor II Universitas Islam Makassar (UIM) Al-Gazali, Badruddin Kaddas, M.Ag., Ph.D., membuka kegiatan Sharing Session edukasi bagi mahasiswa dengan tema “Become as A Writer and A Career Woman in Digital Era” yang dilaksanakan di ruang rapat lantai 3 Gedung Rektorat UIM, Selasa (19/05/2026).
Kegiatan ini menghadirkan Founder Tala Pustaka, Maya Dewanti, sebagai pemateri.
Sharing session tersebut diikuti oleh mahasiswa UIM Al-Gazali yang antusias untuk memperoleh wawasan mengenai dunia kepenulisan, pengembangan diri, serta peluang karier perempuan di tengah perkembangan teknologi digital.
Dalam kesempatan ini, Wakil Rektor II UIM Al-Gazali, Badruddin Kaddas, M.Ag., Ph.D., menyampaikan kegiatan seperti ini sangat penting untuk mendorong mahasiswa agar tidak hanya aktif dalam kegiatan akademik, tetapi juga mampu mengembangkan kemampuan literasi, kreativitas, dan keterampilan adaptif di era digital.
Menurutnya, perkembangan teknologi saat ini harus dimanfaatkan secara produktif oleh mahasiswa.
Teknologi tidak hanya digunakan untuk hiburan atau komunikasi, tetapi juga harus diarahkan untuk menunjang pembelajaran, memperluas pengetahuan, membangun jejaring, serta menghasilkan karya yang bermanfaat.
“Mahasiswa harus mampu memanfaatkan teknologi di era digital ini secara positif. Teknologi harus menjadi sarana untuk belajar, berkarya, menulis, dan mengembangkan potensi diri,” ujar Badruddin Kaddas.
Ia menambahkan, kemampuan menulis merupakan salah satu keterampilan penting yang harus dimiliki mahasiswa.
Melalui tulisan, mahasiswa dapat menyampaikan gagasan, membangun argumentasi, mendokumentasikan pengalaman akademik, serta berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan kehidupan sosial.
“Kami mengajak mahasiswa untuk mulai menulis. Jangan takut menuangkan ide. Setiap mahasiswa memiliki pengalaman, pemikiran, dan gagasan yang dapat dikembangkan menjadi karya tulis yang bernilai,” lanjutnya.
Badruddin juga menekankan pentingnya kegiatan literasi yang berkelanjutan di lingkungan kampus.
Menurutnya, budaya literasi harus terus ditumbuhkan karena memiliki hubungan erat dengan peningkatan kualitas akademik mahasiswa.
“Kegiatan literasi seperti ini harus terus dilakukan untuk menunjang kegiatan akademik mahasiswa. Kampus perlu menjadi ruang yang mendorong mahasiswa membaca, berdiskusi, menulis, dan menghasilkan karya,” jelasnya.
Sementara itu, pemateri kegiatan, Maya Dewanti, membagikan pengalaman dan wawasan mengenai proses menjadi penulis serta bagaimana perempuan dapat membangun karier di era digital.
Ia menjelaskan dunia digital membuka peluang yang luas bagi mahasiswa, khususnya perempuan, untuk berkarya, membangun personal branding, mengembangkan jejaring profesional, dan menciptakan ruang kontribusi yang lebih besar.
Maya juga mendorong mahasiswa agar berani memulai proses menulis dari hal-hal sederhana.
Menurutnya, kemampuan menulis tidak muncul secara instan, tetapi dibentuk melalui kebiasaan membaca, latihan menulis, keberanian menerima kritik, dan konsistensi dalam menghasilkan karya.
Dalam sesi tersebut, mahasiswa mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya literasi digital, strategi membangun kepercayaan diri sebagai penulis, serta peluang pengembangan karier di era yang semakin terbuka melalui platform digital.
Kegiatan berlangsung interaktif melalui penyampaian materi, diskusi, dan tanya jawab antara peserta dan pemateri.
Sharing session tersebut sekaligus menjadi ruang inspiratif bagi mahasiswa untuk memahami bahwa menulis bukan hanya aktivitas akademik, tetapi juga dapat menjadi jalan pengembangan diri, karier, dan kontribusi sosial di tengah perubahan zaman.