Makassar — Momen libur semester tak lantas membuat derap langkah mahasiswa Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Islam Makassar (UIM) berhenti bergerak. Ali-ali menghabiskan masa rehat dengan bersantai, sekelompok mahasiswa FAI UIM memilih pulang ke kampung halaman membawa misi mulia menyalakan asa dan membuka jalan perguruan tinggi bagi adik-adik kelas mereka di sekolah menengah.
Dengan semangat yang membara, para mahasiswa ini menginisiasi gerakan sosialisasi mandiri ke berbagai SMA, SMK, dan Madrasah Aliyah di daerah. Merekalah “duta kampus” yang sesungguhnya datang membawa cerita, motivasi, dan kehangatan kampus hijau UIM langsung ke ruang-ruang kelas yang dulu pernah mereka duduki.
Suasana kelas yang tadinya tenang seketika menjadi hidup saat tim mahasiswa FAI UIM mulai membagikan kisah perjalanan mereka. Tidak sekadar memaparkan program studi unggulan atau deretan fasilitas kampus, mereka membagikan pengalaman nyata tentang bagaimana dinamika berkuliah di FAI UIM membentuk karakter, mengasah keilmuan, dan merawat nilai-nilai keislaman.
Raut wajah penuh antusiasme terpancar dari para siswa kelas XII. Pertanyaan demi pertanyaan mengalir deras—mulai dari kekhawatiran tentang adaptasi di dunia perkuliahan, rincian peluang beasiswa, hingga cerita seru tentang kehidupan berorganisasi. Kehadiran para mahasiswa ini seolah memecah keraguan para siswa yang sebelumnya bingung menentukan arah setelah lulus nanti.
Bagi mahasiswa FAI UIM, kegiatan di masa libur ini bukan sekadar ajang promosi kampus, melainkan bentuk kepedulian sosial untuk memotivasi generasi muda di daerah agar berani bermimpi lebih tinggi. Langkah nyata ini menjadi bukti bahwa semangat belajar dan mengabdi tak pernah kenal kata libur.