Makassar — Senat Mahasiswa (SEMA) Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Islam Makassar (UIM) sukses menyelenggarakan kegiatan diskusi ilmiah bertajuk “Pengantar Filsafat”. Kegiatan yang dihadiri oleh puluhan mahasiswa ini berlangsung khidmat di Lantai 2 Gedung FAI UIM, pada Selasa (07/07/2026).
Diskusi ini diinisiasi sebagai wadah untuk merangsang daya pikir kritis dan analitis mahasiswa dalam menghadapi dinamika sosial dan akademik. SEMA FAI UIM menghadirkan Andri, S.E., sebagai pemateri utama yang mengupas tuntas dasar-dasar ilmu filsafat serta relevansinya di era modern.
Dalam pemaparannya, Andri, S.E. menekankan bahwa filsafat bukanlah sekadar teori yang mengawang-awang, melainkan sebuah alat berpikir yang sangat praktis untuk membedakan kebenaran dari kekeliruan informasi.
“Filsafat adalah ibu dari segala ilmu (mother of science). Belajar filsafat bukan berarti kita menjauh dari agama atau realitas, melainkan melatih nalar kritis agar kita tidak mudah menelan mentah-mentah informasi di era digital ini. Filsafat mengajak kita bertanya ‘mengapa’ dan ‘bagaimana’, sehingga mahasiswa mampu melahirkan solusi konkrit, bukan sekadar kritik tanpa dasar,” tegas Andri dalam statemen pentingnya di hadapan peserta.
Kegiatan ini mendapat respons positif dari para peserta yang aktif melontarkan pertanyaan selama sesi diskusi interaktif berlangsung.
Ketua Umum SEMA FAI UIM, Nur Jirana, menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya atas antusiasme rekan-rekan mahasiswa yang hadir. Ia mengungkapkan bahwa kegiatan seperti ini akan menjadi agenda berkelanjutan demi menghidupkan kembali budaya literasi dan dialektika di lingkungan kampus.
“Kami di SEMA FAI berkomitmen untuk terus menghidupkan ruang-ruang dialektika seperti ini. Melalui diskusi pengantar filsafat ini, kami berharap mahasiswa FAI UIM tidak hanya unggul dalam aspek spiritual, tetapi juga kuat dalam nalar dan logika. Ini adalah langkah awal dari rangkaian program kerja kami untuk membentuk akademisi yang kritis, moderat, dan solutif,” ungkapnya penuh optimisme.
Acara diskusi ini kemudian ditutup dengan sesi foto bersama antara pemateri, pengurus SEMA FAI, dan seluruh peserta diskusi.